Dengan tatapan lembut dan senyum haru, si ibu menjawab :
"untuk bibir
yang menarik, ucapkanlah perkataan yang baik, untuk lesung di pipi,
tebarkanlah senyum ikhlas kepada siapa pun. Untuk mata yang indah
menawan, lihatlah selalu kebaikan orang lain. Untuk tubuh yang langsing,
sisihkanlah makanan untuk orang miskin. Untuk jemari tangan yang lentik
menawan, hitunglah kebajikan yang telah diperbuat orang lain kepada
kamu. Untuk wajah putih bercahaya, bersihkanlah kotoran batin.
Putriku, janganlah kamu mendambakan atau membanggakan akan kecantikan fisik, karena hal itu akan pudar oleh waktu. Kecantikan perilaku dan budi pekerti tidak akan pudar oleh waktu, meskipun dengan datangnya kematian. Janganlah tampil berlebihan, kerana itu hanya
dilakukan oleh mereka yang tidak percaya diri dan merasa kekurangan.”
”Jika kamu BENAR, maka kamu tidak perlu marah dan takut. Jika kamu SALAH, maka kamu tidak berhak marah dan segeralah memperbaikinya.”
”Kesabaran dengan keluarga adalah KASIH. Kesabaran dengan orang lain adalah HORMAT. Kesabaran dengan diri sendiri adalah KEYAKINAN. Kesabaran dengan TUHAN adalah IMAN.”
”Jangan terlalu mengingat masa lalu, karena tentunya itu akan membawa AIR MATA dan KESEDIHAN. Jangan terlalu memikirkan masa depan, kerana itu akan mendatangkan KETAKUTAN. Jalani hidup saat ini dengan senyum, karena hal itu akan membawa KECERIAAN!”
”Setiap cobaan dalam hidup adalah pelajaran agar kamu tersadar dan menjadi lebih baik. Setiap masalah yang datang akan menguatkan atau menghancurkan diri kamu. Pilihan ada di tangan kamu, apakah kamu akan memilih menjadi korban atau pemenang.”
”Carilah hati yang indah, bukan wajah yang cantik. Hal-hal yang indah tidak selalu baik, tapi hal-hal yang baik akan selalu indah.”
”Tahukah kamu, mengapa TUHAN menciptakan ruang antara jari tangan kita? Agar seseorang yang menurutmu berarti, dapat datang dan mengisi ruang tersebut, dengan memegang tangan kita selamanya.”
"Hidup adalah perjuangan, dan perjuangan adalah jalan menuju kebahagiaan"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar